Barcelona dan Real Madrid sepertinya memang sudah harus melupakan kekalahan di leg pertama semi-final Liga Champions tengah pekan ini. Pasalnya ada laga lain yang jauh lebih penting untuk menentukan kesuksesan mereka di musim ini.
Laga itu adalah El Clasico di Nou Camp pada Sabtu malam, atau Minggu dinihari WIB. Ya, Barcelona dan Real Madrid akan kembali bertemu untuk kali ke-164 dalam sejarah La Liga Spanyol, atau ke-182 dalam sejarah sepakbola secara keseluruhan.
Laga itu adalah El Clasico di Nou Camp pada Sabtu malam, atau Minggu dinihari WIB. Ya, Barcelona dan Real Madrid akan kembali bertemu untuk kali ke-164 dalam sejarah La Liga Spanyol, atau ke-182 dalam sejarah sepakbola secara keseluruhan.
Dalam tujuh duel terakhir di La Liga, Barcelona masih terlalu dominan bagi Real Madrid. Enam laga diakhiri dengan kemenangan Barcelona, dan sisanya imbang.
Tapi di sini kita tidak berbicara sejarah, melainkan potensi yang bisa ditimbulkan di masa mendatang di drama El Clasico besok.
Kemenangan 5-0 di Nou Camp di Nou Camp musim lalu, atau 6-2 di Santiago Bernabeu pada 2008/09 sudah tak bisa lagi dijadikan patokan untuk Barcelona berbangga. Soalnya Real Madrid yang sekarang sudah berbeda. Di perempat-final Copa Del Rey, Real Madrid sudah menunjukkan bahwa mereka sudah bisa membuka peluang menang dalam duel selama 90 menit.
Tapi, urgensi dari drama El Clasico besok jauh lebih penting dari sekadar gengsi antardua klub. Inilah di antaranya...
Tapi di sini kita tidak berbicara sejarah, melainkan potensi yang bisa ditimbulkan di masa mendatang di drama El Clasico besok.
Kemenangan 5-0 di Nou Camp di Nou Camp musim lalu, atau 6-2 di Santiago Bernabeu pada 2008/09 sudah tak bisa lagi dijadikan patokan untuk Barcelona berbangga. Soalnya Real Madrid yang sekarang sudah berbeda. Di perempat-final Copa Del Rey, Real Madrid sudah menunjukkan bahwa mereka sudah bisa membuka peluang menang dalam duel selama 90 menit.
Tapi, urgensi dari drama El Clasico besok jauh lebih penting dari sekadar gengsi antardua klub. Inilah di antaranya...
Real Madrid Bisa Memenangi La Liga Spanyol |
Real Madrid terakhir kali memenangi La Liga Spanyol yaitu di musim 2007/08. Setelah itu, tak ada gelar La Liga lain yang bisa diraih lagi karena Barcelona begitu dominan dalam lima tahun ke depan.
Tapi musim ini, Real Madrid bisa mengakhiri dominasi itu. Syaratnya cukup berat, memenangi duel El Clasico di Nou Camp besok. Tapi bila bisa melakukannya, Real Madrid tinggal selangkah lagi untuk bisa menjadi juara.
| SISA LAGA REAL MADRID | |
| 29 Apr | Sevilla (K) |
| 2 Mei | Athletic Bilbao (T) |
| 6 Mei | Granada (T) |
| 13 Mei | Mallorca (K) |
Secara matematis, bila bisa menang, Real Madrid akan unggul tujuh angka dari Barcelona. Dengan kompetisi menyisakan empat laga lagi, kans Real Madrid menjadi juara akan semakin besar. Apalagi empat lawan berikutnya hanya tim papan tengah dan bawah, seperti Sevilla & Mallorca di Bernabeu, Athletic Bilbao di San Mames, juga Granada di Los Carmenes.
Jika imbang pun, Real Madrid masih pegang kendali. Demikian juga kalah. Tapi akan lebih aman bagi Real Madrid bila bisa menang, karena tekanan dari Barcelona bakal tak terasa karena jarak angka yang cukup lebar.
Sementara bagi Barcelona, jika bisa menang di laga tersebut, tentunya jarak angka akan semakin pendek dengan Real Madrid, meski tidak sampai memegang kendali kompetisi. Tapi setidaknya hasil tersebut bisa menjatuhkan kepercayaan diri lawan, atau menggoyahkan mental Real Madrid, karena jika pun bisa juara, Los Merengues tak mampu mengalahkan Barcelona satu lawan satu.
Real Madrid Bakal Semakin Lapar |
Jika hasil El Clasico di akhir pekan berpihak pada tim tamu, efek ke depannya bisa sangat dahsyat. Real Madrid bakal semakin lapar akan gelar dan kemenangan karena sudah berhasil mengakhiri dominasi Barcelona, baik di La Liga mau pun ketika berhadapan satu lawan satu.
Buktinya, setelah memenangi Copa Del Rey musim lalu dari Barcelona, Real Madrid terus memburu kesempatan berikutnya untuk bisa menjungkalkan Barcelona di kompetisi berbeda. Saat ini, La Liga menjadi kompetisi paling mungkin untuk menghabisi Barcelona, dan kemungkinan lain ada di final Liga Champions, dua kompetisi bergengsi tersisa.
| HEAD TO HEAD El Clasico |
| 26/1/2012: Barca 2-2 Madrid (Copa del Rey) 19/1/2012: Madrid 1-2 Barca (Copa del Rey) 11/12/2011: Madrid 1-3 Barca (La Liga) 18/8/2011: Barca 3-2 Madrid (Piala Super Spanyol) 15/8//2011: Madrid 2-2 Barca (Piala Super Spanyol) |
Grafik performa Real Madrid menghadapi Barcelona juga terus membaik. Setelah ditekuk 5-0 musim lalu, Jose Mourinho bisa memaksakan skuadnya meraih hasil imbang di Bernabeu di La Liga. Di akhir musim, Mourinho bisa melihat skuadnya mengangkat tropi Copa Del Rey, meski gagal di semi-final Liga Champions, tapi skornya tidak lagi terlalu mencolok.
Di musim ini, Real Madrid memang kalah di Bernabeu, juga tak bisa membalas di Copa Del Rey dengan menyingkirkan sang rival. Kesimpulan kasarnya, Real Madrid sudah bisa mendekati kualitas dan dominasi Barcelona, baik dalam permainan mau pun dominasi, meski pun belum sampai bisa meraih kemenangan dalam 90 menit, setidaknya sampai sekarang ini.
Jika memang bisa menang, dan mengakhiri musim dengan gelar juara La Liga di tangan, Real Madrid pastinya akan semakin ngotot di kompetisi lain di musim depan, terus mendekati level Barcelona, atau bahkan melewatinya. Dan hal ini bisa menjadi bahaya tersendiri bagi Barcelona, yang masih mungkin akan ditinggalkan Pep Guardiola, pelatih yang sudah berhasil memberikan 13 tropi juara selama empat musim di Nou Camp, dalam waktu dekat.
Dominasi Barcelona Akan Berlanjut |
Tapi bagaimana bila Barcelona yang meraih kemenangan? Hal itu membuktikan bahwa Barcelona masih menjadi yang terkuat dalam duel satu lawan satu atas Real Madrid, bagaimana pun hasil akhir di musim ini.
Barcelona juga bisa terus memperbaiki catatan permainan mereka melawan Real Madrid. Saat ini, di semua kompetisi, Real Madrid masih unggul 74 berbanding 71 dalam catatan kemenangan, dan 36 imbang dari 181 pertemuan.
Yang tersisa bagi Barcelona hanyalah bagaimana menunjukkan dominasi tersebut dalam bentuk tropi. Musim ini, kans yang masih terbuka ada di La Liga dan Liga Champions. Kemenangan atas Real Madrid tak akan berarti apa-apa bila pada akhirnya tidak ada tropi yang bisa dipamerkan.