Hasil Skor Pertandingan Final EURO 2012 Antara Spanyol vs Italia

Sunday, July 1, 2012

Prediksi Skor Final Piala Eropa 2012 Antara Spanyol vs Italia

Prediksi Skor Final Piala Eropa 2012 Antara Spanyol vs Italia - EURO 2012 - Pencinta sepak bolatentu berharap bisa menyaksikan pertandingan paling menarik di partai puncak sebuah turnamen sekelas Piala Eropa. Hal itu akhirnya terlaksana pada hajatan akbar antarnegara Eropa tahun ini. Laga Spanyol kontra Italia di Grup C, yang bagi beberapa kalangan dianggap paling menarik, akhirnya terulang di final.

Spanyol yang mengusung tiki-taka disebut-sebut cenderung menampilkan permainan membosankan. Berbanding terbalik dengan Gli Azzurri yang mampu menanggalkan tradisi permainan bertahan ala catenaccio dan mulai mengedepankan pendekatan sepak bola ofensif nan atraktif.

Catatan statistik sepanjang turnamen menunjukkan, Spanyol tak jauh lebih superior dibandign Italia. Meski dengan status juara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010 membuat mereka jauh lebih diunggulkan bisa meraih trofi pada gelaran tahun ini.

Sementara jika melihat dari sejarah, Italia justru lebih diuntungkan. Meski begitu, tren Spanyol dalam empat tahun terakhir tentu lebih berkesan. Spanyol tak ingin membuang peluang menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Eropa. Italia pun berambisi mengulang prestasi di Piala Dunia 1980 dan 2006, ketika menjadi juara saat kondisi sepak bola dalam negeri tengah bermasalah. 

Dari 30 pertemuan, Spanyol memenangkan delapan pertandingan, 12 seri, dan 10 untuk kemenangan Italia. Namun, tujuh kemenangan Spanyol diraih di ajang persahabatan.
   
Dari 11 pertemuan di turnamen resmi UEFA atau FIFA (Piala Dunia dan Piala Konfederasi), rekornya adalah Spanyol sekali menang, lima seri, dan Italia lima kali menang.
   
Satu-satunya kemenangan Spanyol juga diraih melalui adu penalti yakni pada perempat final Euro 2008.
   
Sementara satu kemenangan lain pernah diraih Spanyol di ajang Olimpiade pada 1920.
   
Pertemuan pertama kedua tim adalah pada Euro 1980 dan berakhir dengan skor 0-0. Sedangkan pertemuan terakhir yakni di fase grup yang berakhir imbang 1-1.
   
Khusus di Piala Eropa, rekor kedua tim adalah satu kemenangan untuk Italia, tiga seri, dan Spanyol tanpa kemenangan.

Spanyol berhasil meraih 45 kemenangan dari 50 laga terakhir mereka.
   
Sebelum ditahan imbang Italia di fase grup, Spanyol berhasil mencatat 14 kemenangan beruntun. Terakhir mereka kalah dari Swiss pada laga pembuka Piala Dunia 2010.
   
Kekalahan terakhir Spanyol di Piala Eropa terjadi pada babak perempat final Euro 2004, yakni 0-1 dari Portugal.
   
Spanyol mencatat 19 laga tanpa kekalahan, dan memenangi sembilan pertandingan di fase knock-out tanpa kebobolan.
   
Jika menang di final, Spanyol menjadi tim pertama yang mampu menjuarai tiga turnamen besar secara berturut-turut (Euro 2008, Piala Dunia 2010 dan Euro 2012)
   
Mereka pun berpeluang menjadi negara pertama yang sanggup mempertahankan gelar Piala Eropa.
   
Bagi La Furia Roja, ini menjadi final keempat mereka di Piala Eropa (1964, 1984, 2008 dan 2012). Hanya satu kali mereka gagal juara, yakni pada 1984.
   
Vicente Del Bosque bisa menjadi pelatih kedua yang bisa menyatukan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa, setelah Helmut Schon (Jerman) pada 1972 dan 1974.

Italia lolos ke putaran final tanpa mengalami kekalahan di babak kualifikasi. Meraih sembilan kemenangan, dan sekali seri. Berlanjut di putaran final, dengan tiga kemenangan dan dua seri.
   
Bagi Italia, inilah final ketigasepanjang sejarah Piala Eropa setelah 1968 dan 2000. Italia sukses pada 1968 dan gagal pada 2000.
   
Kekalahan terakhir Italia di pertandingan resmi padalah 2-3 dari Slovakia di Piala Dunia 2010.
   
Dan sejak ditukangi Cesare Prandelli, Italia mencatat 19 laga tanpa kekalahan di pertandingan resmi. Rekornya adalah 10 kemenangan dan 5 imbang.
   
Italia melalui 18 pertandingan di Piala Eropa tanpa kekalahan selama waktu normal. Terakhir mereka dikalahkan Belanda dengan skor 0-3 pada laga pertama Euro 2008.
   
Namun, Italia hanya meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir dengan waktu normal.
   
Mario Balotelli menjadi pemain tersisa yang sudah mencetak tiga gol sepanjang turnamen ini.

Head to head Spanyol vs Italia:
10 Jun 2012 (PPE) Spanyol 1 - 1 Italia     
11 Agu 2011 (PUC) Italia 2 - 1 Spanyol     
23 Jun 2008 (PPE) Spanyol 4 - 2 Italia     
27 Mar 2008 (PUC) Spanyol 1 - 0 Italia

Lima pertandingan terkahir Spanyol:
28 Jun 2012 (PPE) Portugal 0 - 0 Spanyol
24 Jun 2012 (PPE) Spanyol 2 - 0 Prancis
19 Jun 2012 (PPE) Kroasia 0 - 1 Spanyol 
15 Jun 2012 (PPE) Spanyol 4 - 0 Irlandia 
10 Jun 2012 (PPE) Spanyol 1 - 1 Italia

Lima pertandingan terakhir Italia:
29 Jun 2012 (PPE) Jerman 1 - 2 Italia 
25 Jun 2012 (PPE) Inggris 0 - 0 Italia 
19 Jun 2012 (PPE) Italia 2 - 0 Irlandia 
14 Jun 2012 (PPE) Italia 1 - 1 Kroasia 
10 Jun 2012 (PPE) Spanyol 1 - 1 Italia
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Italia:

Spanyol (4-3-3): Casillas; Arbeloa, Pique, Ramos, Alba; Xavi, Busquets, Xabi Alonso; Silva, Fabregas, Iniesta
   
Italia (4-3-1-2): Buffon; Balzaretti, Barzagli, Bonucci, Chiellini; Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo; Balotelli, Cassano
.

PREDIKSI SPANYOL VS ITALIA:
Spanyol 51% Kemungkinan akan memenangkan pertandingan dengan Italia  49%... Spanyol 1 - 0 Italia.

Hasil Skor Pertandingan EURO 2012 Antara Italia vs Jerman

Friday, June 29, 2012

Hasil Skor Pertandingan EURO 2012 Antara Italia vs Jerman - Rekor tak terkalahkan Jerman di Euro 2012 akhirnya berakhir saat berhadapan dengan Italia di semi-final. Skuat Joachim Low harus menyerah 2-1 di tangan Azzurri yang melenggang ke final untuk berhadapan dengan juara bertahan Spanyol, Minggu (1/7) malam.

Kendati mengawali laga dengan baik, Philipp Lahm dkk tampak kesulitan membongkar pertahanan solid Italia dan harus menyaksikan serangan-serangan mereka dimentahkan di saat-saat terakhir. Sebaliknya, skuat Cesare Prandelli tampil tenang dan efektif hingga berujung pada gol Mario Balotelli di menit 20 dan 36 untuk membawa Italia unggul 2-0 di babak pertama.
Sayangnya, Jerman belum mampu mengatasi kebuntuan permainan mereka di babak kedua. Bahkan, mereka beberapa kali nyaris kembali kebobolan akibat rapuhnya pertahanan.

Sempat mendapat peluang memperpanjang laga hingga extra time melalui penalti Mesut Ozil di masa injury time, Jerman akhirnya harus angkat kaki dari Polandia dan kembali menelan kekalahan serupa dari Italia seperti halnya di semi-final Piala Dunia 2006 silam.


Babak pertama


Jerman dan Italia sama-sama berinisiatif menyerang tidak lama setelah wasit membunyikan peluit. Azzurri mendapat peluang awal ketika pergerakan Mario Balotelli yang dengan sigap menerima umpan terobosan Riccardo Montolivo ke depan area gawang Manuel Neuer. Namun, Neuer dengan sigap mengamankan bola.

Tidak lama, giliran gawang Gianluigi Buffon yang terancam menyusul sepak pojok Jerman. Bola mengarah tepat ke Mats Hummels yang berada tepat di depan gawang. Tanpa pikir panjang, Hummels meneruskan bola ke gawang Buffon. Namun, bola ternyata membentur Andrea Pirlo yang berdiri di depan gawang.

Meski sedikit kesulitan membendung serangan Jerman, anak-anak asuh Cesare Prandelli kembali membuka peluang ketika umpan cantik Daniele De Rossi menemukan Balotelli di ujung kotak penalti Der Panzer. Akan tetapi, kawalan ketat Hummels menyulitkan Balotelli melakukan serangan berbahaya.

Italia nyaris kebobolan ketika Jerome Boateng melepaskan umpan silang cantik ke depan gawang Buffon. Kiper Juventus berhasil menepis bola, namun bola jatuh ke kaki Barzagli yang nyaris mencetak gol bunuh diri. Beruntung, arah bola masih melebar.

Berupaya lepas dari tekanan Jerman, Azzurri pun balik menyerang. Kerja sama Antonio Cassano dan Claudio Marchisio berhasil memberikan bola kepada Montolivo yang melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak. Tapi, Neuer masih sigap menangkap bola.

Beberapa saat kemudian, Cassano sendiri nyaris membuka keunggulan Italia lewat tendangan melengkungnya. Namun, aksi penyelamatan Neuer berhasil menjaga kedudukan 0-0.

Sayangnya, Neuer tidak mampu menghentikan tandukan Balotelli di menit 20 yang akhirnya membuahkan gol bagi Azzurri. Berawal dari operan Pirlo kepada Giorgio Chiellini, bek Juventus menemukan Cassano di samping kotak penalti. Cassano melepaskan umpan matang kepada Balotelli yang sukses mengungguli penjagaan Holger Badstuber. 1-0 untuk Italia.

Pasukan Joachim Low sempat kesulitan bereaksi terhadap keunggulan Italia. Namun, mereka kembali menciptakan peluang di menit 26, di mana Mario Gomez memberikan umpan jauh kepada Mesut Ozil di tepi kotak. Ozil berupaya melepaskan tembakan ke gawang, namun tendangannya masih terlalu lemah sehingga dengan mudah diamankan Buffon.

Tidak lama, Toni Kroos sempat melambungkan asa suporter Der Panzer lewat tendangan kerasnya dari luar kotak. Sayang, bola masih melebar di sisi gawang.

Jerman kembali mendapat peluang emas di menit 33 ketika Boateng melepaskan umpan silang cantik kepada Lukas Podolski yang berhasil merangsek ke depan gawang. Akan tetapi, Andrea Balzaretti berhasil membuang bola sebelum striker anyar Arsenal memiliki kesempatan menyamakan kedudukan bagi Jerman.

Terlalu asyik menyerang, Jerman nyaris kebobolan untuk kedua kalinya lewat Montolivo. Berawal dari pergerakan Cassano di kotak penalti, penyerang AC Milan mengoper bola kepada Montolivo yang sebenarnya memiliki peluang emas mencetak gol. Namun, keraguan Montolivo menendang bola memungkinkan Badstuber melakukan penyelamatan krusial.

Akan tetapi, Montolivo membayar kegagalannya itu dengan melepaskan umpan matang kepada Balotelli yang berhasil melewati hadangan pemain bertahan Jerman. Striker Manchester City menyelesaikan serangannya dengan tendangan kencang yang gagal diantisipasi oleh Neuer sekaligus membawa Italia memimpin 2-0 yang bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Tertinggal dua gol, Low memutuskan melakukan dua pergantian pemain di babak kedua dengan menarik keluar Lukas Podolski dan Mario Gomez untuk menurunkan Marco Reus serta Miroslav Klose.
Reus segera membayar kepercayaan Low lewat peluang di menit 47 ketika dirinya berhasil melewati penjagaan Chiellini dan melepaskan tendangan ke gawang Buffon. Namun, upaya pemain 23 tahun belum membuahkan hasil.

Tidak lama, Jerman kembali berpeluang mengejar ketinggalan lewat kapten tim Philipp Lahm. Berawal dari umpan Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos meneruskan bola kepada Lahm di depan kotak penalti. Namun, tendangan Lahm dari jarak 20 yard belum mampu mengancam Buffon karena masih melambung di atas mistar gawang.

La Nazionale sendiri tidak lantas bermain santai setelah unggul dua gol. Mereka terus mencari peluang menambah pundi-pundi gol, salah satunya lewat inisiatif serangan dari Cassano yang menyulitkan pertahanan Jerman. Umpan silang Cassano nyaris kembali menemui Balotelli, namun Lahm terlebih dulu membuang bola.

Pasukan Der Panzer masih terus berupaya membongkar pertahanan Italia. Memasuki menit 54, pergerakan Ozil ke pojok kotak penalti sempat membahayakan kubu Azzurri setelah dirinya melepaskan umpan tarik kepada Sami Khedira. Namun, penjagaan ketat dari Barzagli menyulitkan gelandang Real Madrid untuk menceploskan bola meski sudah berada di depan gawang.

Satu menit berselang, giliran Leonardo Bonucci yang melakukan tekel krusial untuk mematikan serangan Jerman. Tekel sliding-nya berhasil mematahkan peluang Klose yang berada dekat dengan gawang.
Di menit 58, Prandelli melakukan pergantian pemain pertamanya dengan menurunkan Alessandro Diamanti dan menarik keluar Cassano.

Balotelli yang mengincar hattrick kembali membahayakan gawang Neuer. Setelah menerima bola di sektor kanan, mantan bintang Inter Milan ini melewati penjagaan dua punggawa Jerman ke dalam kotak sebelum menendang bola tepat ke arah gawang. Sayang, arah bola masih melebar.

Jerman mendapat peluang emas di menit 60 ketika pelanggaran Bonucci terhadap Kroos membuahkan tendangan bebas dari luar kotak. Kroos tampil sebagai eksekutor dan melepaskan tendangan kencang yang nyaris berbuah gol kalau saja Buffon tidak melakukan penyelamatan gemilang.

Tidak lama, Italia kembali melakukan pergantian pemain di mana Thiago Motta mengisi tempat yang ditinggalkan Montolivo.

Kelengahan pemain belakang Jerman nyaris membuat mereka tertinggal 3-0 ketika Marchisio berhasil merangsek ke area pertahanan Der Panzer usai menerima umpant terobosan Diamanti. Namun, tendangan kencang Marchisio masih belum menemui sasaran.

Pahlawan Italia di babak pertama, Balotelli, terlihat mengalami kram sehingga memaksa Prandelli melakukan pergantian pemain ketiga dengan menurunkan Antonio Di Natale untuk mengisi posisi striker keturunan Ghana. Tidak lama berselang, Jerman juga menurunkan Thomas Muller untuk menggantikan Boateng.

Marchisio kembali mendapat peluang menambah keunggulan Italia di menit 75 setelah berhasil mengecoh penjagaan Badstuber. Akan tetapi, lagi-lagi bola melipir tipis di sisi gawang, sehingga skor 2-0 untuk Italia belum berubah.

Laga memasuki sepuluh menit terakhir, namun Lahm dkk belum juga berhasil menjebol pertahanan Italia. Alih-alih, mereka terus terancam oleh inisiatif serangan Azzurri. Salah satunya ketika bola menemukan Di Natale yang sama sekali tidak mendapat pengawalan di area pertahanan Jerman. Namun, peluang emas itu akhirnya terbuang setelah dirinya terpeleset di depan gawang Neuer.

Kemelut di depan gawang di penghujung laga sempat membuat pendukung Die Mannschaft berharap-harap cemas. Namun, lagi-lagi, reaksi cepat Buffon berhasil menyelamatkan gawang Italia.

Peluang Jerman sedikit terbuka ketika Balzaretti melakukan handball di kotak terlarang sehingga membuahkan penalti untuk Jerman. Mesut Ozil yang mengeksekusi penalti melakukan tugasnya dengan baik untuk membawa Jerman mengejar ketinggalan menjadi 2-1.

Sayang, penalti itu tidak cukup bagi Jerman untuk memperpanjang laga hingga tambahan waktu. Wasit membunyikan peluit panjang terakhir setelah empat menit masa injury time berakhir, yang segera disambut meriah oleh para punggawa maupun suporter Azzurri.

Italia akan menghadapi Spanyol di babak final di Kiev, Minggu (1/7) mendatang.

Prediksi Skor Piala Eropa 2012 Antara Portugal vs Spanyol

Tuesday, June 26, 2012

EURO 2012 - Spanyol merebut satu tiket ke semifinal Euro 2012 untuk bertemu Portugal, Kamis, 28 Juni 2012 pukul 01:30 dini hari WIB. Spanyol meraih tiket ke semifinal setelah Minggu (24/6) dini hari mampu mengalahkan Perancis 2-0 (1-1). Kedua gol La Furia Roja dicetak gelandang Real Madrid, Xabi Alonso, salah satunya lewat tendangan penalti di menit terakhir babak kedua. Portugal melangkah ke semifinal setelah menghentikan perlawanan Republik Ceko, 1-0.

Spanyol berpeluang menyamai rekor tiga final beruntun milik Jerman Barat di tahun 1972-1976 (Juara Euro ’72, Juara Piala Dunia ’74, Runner-up Euro ’76), jika mereka mampu mengalahkan Portugal di semi-final. Namun tidak akan mudah mengingat Portugal juga ingin kembali ke final sejak kekalahan mereka dari Yunani di tahun 2004.

Pertama kali kedua tim bertemu pada bulan Desember 1921 di Madrid, dimana Spanyol berhasil mengalahkan Portugal 3-1. Total rekor Spanyol dari 34 pertandingan melawan Portugal adalah menang 15 kali, imbang 12 kali, dan kalah 7 kali.

Terakhir kali kedua tim bertemu pada laga persahabatan November 2010 di Lisbon, dimana Portugal berhasil menang telak atas Spanyol 4-0 berkat gol Carlos Martins, Helder Postiga (2), dan Hugo Almeida. Itu adalah kemenangan terbesar Portugal atas Spanyol sejak 1963. Terakhir kali kedua tim bertemu di turnamen Euro, pada tahun 2004. Saat itu Portugal menang tipis 1-0 berkat gol Nuno Gomes di babak kedua. Portugal pun melaju ke final sebelum kandas dari Yunani 0-1.

Sejauh ini Spanyol hanya kalah tiga kali dari 47 laga resmi terakhir Euro dan Piala Dunia, memenangkan 41 diantaranya. Spanyol memiliki catatan selalu menang dari tiga semi-final Euro terakhir (2008, 1984, 1964). Sementara Portugal hanya menang sekali dari tiga semi-final Euro terakhir (2004, 2000, 1984).

Tercatat ada 8 pemain Real Madrid pada laga Portugal vs Spanyol ini, yaitu Iker Casillas, Sergio Ramos, Raul Albiol, Alvaro Arbeloa, Xabi Alonso, Pepe, Fabio Coentrao, dan Cristiano Ronaldo. Sementara Fernando Torres, Juan Mata, dan Raul Meireles sama-sama membela Chelsea.

Portugal adalah tim yang paling sering membentur tiang gawang di Euro 2012 ini, sebanyak enam kali. Ronaldo sendiri empat kali membentur tiang gawang. Spanyol tidak pernah kebobolan dari tiga laga terakhir mereka sejak bermain imbang 1-1 melawan Italia di Grup C.

Pelatih Portugal Paulo Bento selalu menurunkan squad yang sama pada enam laga resmi terakhir Portugal menurut data yang didapat SunduL. Namun Portugal dipastikan tidak akan diperkuat striker Helder Postiga pada laga ini karena cedera paha.

Head to head Portugal vs Spanyol:
18 Nov 2010 (PUC) Portugal 4 - 0 Spanyol
30 Jun 2010 (PUC) Spanyol 1 - 0 Portugal 

Lima pertandingan terkahir Portugal:
22 Jun 2012 (PPE) Republik Ceko 0 - 1 Portugal 
18 Jun 2012 (PPE) Portugal 2 - 1 Belanda 
13 Jun 2012 (PPE) Denmark 2 - 3 Portugal 
10 Jun 2012 (PPE) Jerman 1 - 0 Portugal 
03 Jun 2012 (PUC) Portugal 1 - 3 Turki  

Lima pertandingan terakhir Spanyol:
24 Jun 2012 (PPE) Spanyol 2 - 0 Prancis
19 Jun 2012 (PPE) Kroasia 0 - 1 Spanyol 
15 Jun 2012 (PPE) Spanyol 4 - 0 Irlandia 
10 Jun 2012 (PPE) Spanyol 1 - 1 Italia 
04 Jun 2012 (PPE) Spanyol 1 - 0 Cina 
Prediksi Susunan Pemain Portugal vs Spanyol:

Portugal (4-3-3): 12-Rui Patricio, 5-Fabio Coentrao, 2-Bruno Alves, 3-Pepe, 21-Joao Pereira, 16-Raul Meireles, 4-Miguel Veloso, 8-Joao Moutinho,  17-Nani, 7-Cristiano Ronaldo, 9-Almeida   
Spanyol (4-3-3): 1-Casillas, 17-Arbeola, 15-Sergio Ramos, 3-Pique, 18-Jordi Alba,  14-Xabi Alonso, 16-Busquets, 8-Xavi, 21-Silva, 10-Fabregas, 6-Iniesta.

PREDIKSI PORTUGAL VS SPANYOL:
Spanyol 51% Kemungkinan akan memenangkan pertandingan dengan Portugal  49%... Portugal 1 - 2 Spanyol.

Hasil Skor Pertandingan EURO 2012 Antara Swedia vs Prancis

Tuesday, June 19, 2012

Hasil Skor Pertandingan EURO 2012 Antara Swedia vs Prancis - Tampil mendominasi di babak pertama, Prancis gagal membongkar pertahanan Swedia untuk menyalip Inggris di puncak klasemen Grup D, demi menghindari kampiun Eropa dan Dunia, Spanyol, di babak perempat-final.

Sayang, Swedia yang tampil lebih efektif di babak kedua menggagalkan skenario tersebut. Diawali dengan gol spektakuler Zlatan Ibrahimovic yang menyambar umpan Sebastian Larsson di awal babak kedua, Swedia memetik kemenangan 2-0 setelah Larsson pun menempatkan namanya di papan skor di masa injury time.
Kendati demikian, tiga angka raihan Swedia belum mampu mengantarkan mereka ke perempat-final. Meski begitu, anak-anak asuh Erik Hamren toh berhasil memaksa Prancis melakoni laga sulit kontra Spanyol di babak perempat-final, menyusul kemenangan tipis Inggris atas Ukraina di Donetsk yang menempatkan mereka sebagai juara grup.

Babak Pertama


Sebelum laga penyisihan terakhir Grup D digulirkan, kedua tim terlebih dulu mengheningkan cipta sebagai tanda penghormatan terhadap komentator veteran Prancis Thierry Roland, yang meninggal dunia akhir pekan lalu.

Prancis memulai laga dengan penuh determinasi dan sukses mendominasi serangan, seperti yang dilakukan Spanyol kala menaklukkan Kroasia. Meski demikian, peluang pertama justru dimiliki kubu Swedia, di mana Ola Toivonen nyaris menyambar umpan silang Martin Olsson dengan kepalanya. Sayang, Toivonen belum mampu memaksimalkan peluang tersebut.

Sementara itu, Les Bleus sendiri juga memperoleh peluang lewat Hatem Ben Arfa, yang untuk pertama kalinya menjadi starter pada kompetisi kali ini. Namun, tendangan bintang Newcastle United masih melebar dari gawang.

Beberapa menit berselang, Toivonen mendapat peluang emas untuk membawa Swedia unggul lebih dulu. Kesalahan lini belakang Prancis membuat Toivonen berhasil melakukan penetrasi hingga ke depan gawang. Namun, kendati berhasil mengecoh Hugo Lloris, tendangan Toivonen masih terlalu melebar.
Memasuki menit 12 pertandingan, Prancis tercatat mendominasi jalannya pertandingan hingga 62 persen. Meski begitu, Lloris dkk toh belum mampu membongkar pertahanan Swedia. Begitu juga ketika Samir Nasri mendapat peluang lewat lewat tendangan bebas. Akan tetapi, arah bola hasil tendangannya terlalu mudah dibaca lini belakang Swedia.

Swedia nyaris memecah kebuntuan di menit 30 melalui umpan Anders Svensson kepada Toivonen di depan gawang. Namun, sebelum Toivonen berhasil menyambut umpan tersebut, hakim garis terlebih dulu mengangkat bendera tanda offside.

Beberapa saat kemudian, Ben Arfa pun kembali menguji peruntungan Les Bleus dengan melepaskan tembakan dari jarak 25 yard. Sayangnya, bola masih melambung di atas mistar gawang Isaksson.

Hingga peluit tanda babak pertama usai berbunyi, skor kacamata belum juga berubah.

Babak Kedua

Pelatih Swedia Erik Hamren melakukan pergantian pemain pertamanya di awal babak kedua dengan menarik keluar Emir Bajrami serta menurunkan Christian Wilhelmsson sebagai gantinya.

Kendati Wilhelmsson sempat mendapat peluang emas membawa Swedia unggul ketika dirinya nyaris menjebol gawang Lloris usai menerima umpan matang dari Zlatan Ibrahimovic. Sayang, posisi Wilhelmsson sudah terlebih dulu diklaim dalam keadaan offside.

Wilhelmsson tampil sebagai supersub di babak kedua ini, di mana dirinya kembali membuka peluang bagi Swedia. Kali ini, umpan silangnya berhasil disambut oleh Sebastian Larsson yang segera melepaskan tendangan ke arah Lloris. Akan tetapi, tendangan Larsson masih bisa diantisipasi oleh Lloris.
Namun, tidak lama berselang, tepatnya di menit 54, umpan silang Larsson justru mengawali gol Swedia yang dicetak oleh kapten mereka, Ibrahimovic. Berawal dari umpan voli Larsson, Ibrahimovic memaksimalkan peluang dan mencetak gol spektakuler bagi pasukan Biru Kuning. 1-0 Swedia memimpin.
Kerja sama Ibra dan Wilhelmsson nyaris membuahkan gol kedua bagi Swedia. Namun, tendangan Wilhelmsson berhasil dimentahkan oleh Lloris.

Tertinggal satu gol, pelatih Tim Ayam Jantan Laurent Blanc berupaya menyegarkan skuatnya. Dia pun menarik mundur Ben Arfa untuk menurunkan Florent Malouda.

Prancis yang mendominasi di babak pertama tampak kesulitan mengejar ketinggalan. Nasri mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan spekulasi ketika laga memasuki menit 64. Sayangnya, arah bola masih melebar.

Philippe Mexes menerima kartu kuning akibat pelanggarannya terhadap Toivonen di menit 68. Artinya, Prancis harus melakoni babak perempat-final tanpa kehadiran Mexes.

Di tengah terbatasnya waktu, anak-anak asuh Blanc terus mengupayakan cara mengejar ketertinggalan guna mengamankan tiket ke babak perempat-final. Salah satunya melalui tendangan spekulasi Yann M’Vila dari jarak jauh. Tapi, lagi-lagi Isaksson melakukan tugasnya sebagai penjaga gawang dengan baik.

Memasuki menit 77, Blanc kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Jeremy Menez untuk menggantikan Nasri. Sementara itu, Swedia pun melakukan dua pergantian pemain dengan menarik mundur Toivonen dan Svensson serta menyambut kehadiran Pontus Wernbloom dan Samuel Holmen.

Peluang terbaik Prancis di babak kedua datang dari Menez di menit 82 yang berhasil meloloskan diri dari penjagaan bek Swedia. Namun, tendangannya masih mampu diblok Isaksson sehingga berujung pada sepak pojok.
Ketika laga tersisa tujuh menit pada waktu normal, Blanc melakukan pergantian pemain terakhirnya dengan memasukkan Olivier Giroud untuk menggantikan M’Vila.

Sial bagi Les Bleus, alih-alih menyamakan kedudukan, mereka justru kembali kebobolan di masa injury time. Holmen yang diturunkan di tengah babak kedua sempat mengancam gawang Lloris, sebelum bola tendangannya membentur mistar. Namun, Larsson segera menyambar bola rebound dan mengoyak gawang Lloris dari jarak dekat.

Wilhelmsson bahkan nyaris mencetak gol ketiga bagi Swedia setelah berhasil meloloskan diri dari jebakan offside. Namun, keraguannya melepaskan tendangan membuat Lloris segera mengantisipasi ancaman tersebut.

Kekalahan ini memaksa Prancis harus berhadapan dengan Spanyol di babak perempat-final, menyusul kemenangan Inggris atas tuan rumah Ukraina yang menempatkan mereka sebagai pemuncak Grup D.

Hasil Skor Pertandingan EURO 2012 Antara Inggris vs Ukraina

Hasil Skor Pertandingan EURO 2012 Antara Inggris vs Ukraina - Wayne Rooney yang melakoni debut bersama Inggris di Euro 2012, menjadi pahlawan berkat golnya di awal babak kedua. Ya, sebuah tandukan striker Manchester United ke gawang Ukraina di laga terakhir penyisihan Grup D sudah cukup untuk mengantar The Three Lions ke perempat-final, sekaligus mengirim tuan rumah ke kotak eliminasi. Tampil Donbass Arena, Senin (19/6) malam waktu setempat, The Yellow-Blues --julukan Ukraina-- tampil menyerang sejak menit awal meski tak diperkuat Andriy Shevchenko yang mengalami problem lutut.  Namun, banyak peluang emas yang gagal dimaksimalkan para pemain. Rooney justru berhasil mencuri gol di menit 47, saat tim lawan mencoba membangun serangan seperti di babak pertama.

Wasit Viktor Kassai dianggap membuat kontroversial ketika tidak mengesahkan gol Devic yang seharusnya bisa menyamakan kedudukan. Sepakan Devic sempat diblok Hart, namun akhirnya melaju ke dalam gawang tapi John Terry sukses menyapu bola. Dari tayangan ulang, si kulit bundar telah melewati garis gawang.

Dengan hasil ini, Inggris mengepak tujuh poin dan memuncaki klasemen Grup D sementara di saat bersamaan Prancis kalah 2-0 dari Swedia. Artinya, Inggris akan menghadapi Italia yang finis sebagai runner-up Grup C, Les Bleus sendiri berjumpa juara bertahan Spanyol di perempat-final.

Babak pertama


Ukraina memulai laga dengan inisiatif menyerang dan mendapat peluang pertama dari Konoplyanka, sayang sepakannya masih melebar jauh dari sasaran. Inggris justru kesulitan mendapatkan bola di menit-menit awal ini.
Tujuh menit laga berjalan, co-costs mendapatkan kans lewat sepakan jarak jauh Garmash, namun bola melayang di atas mistar. Tidak lama berselang, giliran Yarmolenko yang menebar ancaman ke kubu Inggris, beruntung lini belakang bergerak cepat sehingga bisa menyapu bola sebelum gelandang muda itu mendapatkan bola di kotak penalti.

Saat The Three Lions mash kesulitan mendapatkan bola, The Yellow-Blues kembali melancarkan serangan balik yang merepotkan barisan pertahanan lawan. Crossing Selin dari sisi kiri mampu dijangkau Milevskiy yang kemudian memberikannya kepada Devic, Scott Parker berhasil memblok bola untuk mengakhiri kemelut di depan gawang Joe Hart.

Inggris mencoba merespons dengan melancarkan serangan. Johnson mengirim umpan silang kepada Rooney, tapi Gusev berhasil menggagalkan peluang dan hanya membuahkan sepak pojok untuk skuat besutan Roy Hodgson. Pyatov berhasil meninju bola dan Inggris kehilangan peluang dari tendangan sudut.

Peluang untuk Ukraina kembali tercipta di menit 17, Konoplyanka melepaskan tembakan dari kotak penalti tapi membentur John Terry, Tymoshchuk mencoba memanfaatkan bola muntah sayang tendangan volinya masih melambung. Ukraina kembali membuat suporter Inggris cemas, sebuah sepakan keras nyaris mengoyak jala Hart, beruntung si kulit bundar hasil tendangan Gusev tipis saja melampau mistar gawang.

The Union Jack mendapatkan tendangan bebas 40 meter dari gawang, Gerrard mencoba memberikannya kepada Rooney tapi Pyatov dengan cepat mengantisipasi bola dan menghasilkan sepak pojok. Skor masih imbang tanpa gol setelah Rooney gagal memaksimalkan umpan silang Ashley Young dari sisi kiri.

Lagi-lagi The Yellow-Blues gagal membuka skor meski mendapat peluang emas, sepakan Yarmolenko dari kotak penalti terlalu lemah sehingga mudah saja diamankan Hart. Sepak pojok Gerrard mampu dijangkauTerry yang tak terkawal, tapi tandukannya gagal menemui target.

Tempo permainan lebih cepat selepas menit 30, tapi meski terjadi jual beli serangan dari kedua tim, skor kaca mata bertahan hingga turun minum.
Babak kedua

Inggris unggul cepat pascajeda. Baru dua menit sejak peluit kembali dimulainya pertandinga, Rooney berhasil membungkam publik tuan rumah. Berawal dari umpan Gerrard dari sisi kanan, Rooney tidak mendapat kawalan lini belakang tanpa kesulitan menanduk bola ke jala Pyatov.

Ketinggalan satu gol, Ukraina mencoba merespons dengan cepat, sayang corner-kick Konoplienka masih dihalau tandukan Lescott. Kembali Gusev mendapatkan kans menyamakan kedudukan, tapi sepakannya masih bisa ditepis Hart.

Inggris tidak lagi hanya menunggu serangan balik seperti yang diperagakan di babak pertama. Rooney berhasil mendapatkan bola dan berlari sendirian hingga kotak penalti, tapi pergerakannya langsung ditutup bek lawan. Rooney memberikan umpan kepada Milner, namun sepakan Milner bisa diblok.

Ukraina yang terlihat gugup mencoba membangun serangan. Tuan rumah seharusnya bisa menyamakan kedudukan di menit 61. Sepakan Devic berhasil disapu Terry, meski dari tayangan ulang bola sudah melewati garis gawang, namun wasit tidak mengesahkan gol tersebut.

Inggris bergerak cepat melancarkan serangan, Milner menyisir sisi kanan sebelum akhirnya melepaskan umpansilang, tapi berhasil diamankan Pyatov.

Blokhin tampaknya mulai frustrasi dengan keputusan wasit yang tidak melihat gol Devic. Shevchenko pun masuk menggantikan Devic yang tampil cukup gemilang di laga ini. Sementara arsitek Ukraina masih memprotes keputusan wasit di pinggir lapangan, Konoplyanka nyaris saja mengubah skor, namun Lescott dengan sigap membuang si kulit bundar.
Rooney berpeluang menggandakan keunggulan Union Jack setelah menerima corner Gerrard, tapi sundulannya dengan mudah diamankan Pyatov. Di menit 80, Nazarenko melepaskan tendangan percobaan dari luar kotak penalti, tapi bukan ancaman besar untuk Hart. Bola melambung tinggi di atas mistar.

Ukraina terus menekan pertahanan Inggris di sisa pertandingan, namun gagal mencetak gol sehingga petualangan mereka di Piala Eropa tahun ini harus berakhir.

Prediksi Skor Piala Eropa 2012 Antara Inggris vs Ukraina

Prediksi Skor Piala Eropa 2012 Antara Inggris vs Ukraina - EURO 2012 - Inggris melawan Ukraina pada lanjutan piala eropa 2012. Lakon utama dari laga di Donbass Arena ini tak lain adalah Wayne Rooney. Striker Inggris itu kembali dari masa skorsingnya dalam dua laga pertama.

Kehadiran Rooney tentu menghadirkan harapan besar bagi Inggris. Ketajamannya dibutuhkan bagi Inggris yang hanya butuh hasil imbang untuk lolos.

Sebaliknya bagi kubu Ukraina. Rooney bisa menghadirkan ancaman bagi pasukan Oleg Blokhin demi menjaga ambisi tuan rumah untuk lolos. Sebab, hanya dengan kemenanganlah Ukraina bisa melangkah ke perempat final.

Andriy Shevchenko cs tentu tak mau mengulang nasib Polandia, tuan rumah yang tersisih di fase grup. Jika sampai Ukraina tersingkir, ini akan menjadi ulangan empat tahun lalu ketika dua tuan rumah gagal melangkah ke perempat final. (jalu)

Dari empat pertemuan sebelumnya, Inggris lebih superior dibandingkan Ukraina dengan memenangi tiga laga di antaranya.
   
Satu-satunya kemenangan Ukraina atas Inggris terjadi di kandang sendiri pada Pra-Piala Dunia 2010 berkat gol tunggal Nazarenko. Saat menuai kemenangan atas Ukraina, Inggris setidaknya mencetak dua gol pada tiga laga tersebut.

Rooney kembali dari masa skorsing. Ashley Young, Alex Oxlade-Chamberlain, dan James Milner terancam absen pada laga selanjutnya andai kembali mendapatkan kartu kuning.
   
Ketika mencetak gol lebih dulu, Inggris belum tentu bisa mengakhirinya dengan kemenangan. Dari 15 laga di Piala Eropa, hanya 7 kali Inggris bisa mempertahankan keunggulannya hingga akhir pertandingan.
   
Theo Walcott sudah kembali berlatih setelah sempat mengalami cedera ringan saat latihan, Minggu (17/6). Martin Kelly diragukan tampil akibat serangan virus sementara Glen Johnson harus disuntik antibiotik akibat infeksi pada ibu jarinya.

Kota Donetsk tidak bersahabat bagi Ukraina. Termasuk kekalahan dari Prancis di Donbass Arena lalu, Ukraina tak pernah menang dalam enam laga yang dilakoni di Donetsk. Dua kali imbang dan empat kali kalah.
   
Dalam 14 laga terakhir, Ukraina mengalami 7 kali kekalahan. Andriy Shevchenko masih tanda tanya. Cederanya membuat peluang sang kapten untuk tampil fifty-fifty.

Head to head Inggris vs Ukraina:
10 Okt 2009 (KPD) Ukraina 1 - 0 Inggris      
02 Apr 2009 (KPD) Inggris 2 - 1 Ukraina  
18 Agu 2004 (PUC) Inggris 3 - 0 Ukraina

Lima pertandingan terakhir Inggris:
16 Jun 2012 (PPE) Swedia 2 - 3 Inggris 
11 Jun 2012 (PPE) Prancis 1 - 1 Inggris
02 Jun 2012 (PUC) Inggris 1 - 0 Belgia 
27 Mei 2012 (PUC) Norwegia 0 - 1 Inggris 
01 Mar 2012 (PUC) Inggris 2 - 3 Belanda  

Lima pertandingan terakhir Ukraina:
15 Jun 2012 (PPE) Ukraina 0 - 2 Prancis
12 Jun 2012 (PPE) Ukraina 2 - 1 Swedia 
06 Jun 2012 (PUC) Turki 2 - 0 Ukraina 
02 Jun 2012 (PUC) Austria 3 - 2 Ukraina 
29 Mei 2012 (PUC) Ukraina 4 - 0 Estonia

Prediksi susunan pemain Inggris vs Ukraina:

Inggris (4-4-1-1): Hart, Johnson, Terry, Lescott, Cole, Gerrard, Parker, Walcott, Rooney, Young, Welbeck.
  
Ukraina (4-2-3-1): Pyatov, Husyev, Mikhalik, Khacheridi, Selin, Tymoshchuk, Yarmolenko, Nazarenko, Konoplyanka, Voronin, Shevchenko
.

PREDIKSI INGGRIS VS UKRAINA:
Inggris 55% Kemungkinan akan memenangkan pertandingan dengan Ukraina 45% ... Inggris 2 - 1 Ukraina.